« Di Bawah Satu Bendera, Bersatu Adalah Jawabannya »

Iklan
Published in: on Juni 4, 2008 at 2:45 pm  Comments (2)  

Untuk Teman….

Kadang aku tak tahu
Apa yang slalu menjadi inginku
Hasrat hidupku ini
Telah hilang oleh sepi

Darahku seakan membeku
Mengingat dosa-dosaku pada-Mu
Apakah ini hanya mimpi
Ku tak sanggup bayangkan lagi

Bimbinglah aku Tuhan
Tuk temukan kasih yang sejati
Ajari aku Tuhan
Tuk menjaga ketegaran ini

Kubiarkan semua berlalu
Agar musnah oleh waktu
Ku hanya bisa berlari
Walau ku tahu maut menanti

Akankah kupahami maksud-Mu
Menjadikan semuanya satu
Segala sakit yang telah ku alami
Membuatku siap untuk mati

Bimbinglah aku Tuhan
Tuk temukan damai yang sejati
Ajari aku Tuhan
Tuk nikmati sisa nafas ini

Untuk Robby yang sedang melawan kanker otak
Berjuanglah Sobat!

Published in: on Mei 31, 2008 at 6:20 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

« Apa itu Filsafat? »

Banyak orang mempunyai hobi. Sebagian suka mengoleksi perangko, ada juga juga yang suka mengoleksi motor gedhe, bahkan ada yang suka menghabiskan waktunya dengan olah raga kegemarannya.

Banyak orang senang membaca. Namun selera membaca itu berbeda-beda. Sebagian orang hanya membaca koran atau komik, sebagian suka membaca novel, adapun yang menyukai bacaan-bacaan porno (gue banget tuh!), dan masih banyak lagi jenis bacaan yang populer.

Jika saya kebetulan tertarik dengan anjing atau game-online, saya tidak bisa memaksa orang lain untuk ikut menyukai kesenangan saya. Jika saya suka nonton empat mata, saya harus menyadari bahwa mungkin ada orang lain yang menganggap Tukul itu membosankan.

Tidak adakah sesuatu yang memikat hati kita semua? Tidak adakah sesuatu yang menyangkut kepentingan semua orang (tidak peduli siapa mereka atau di mana mereka tinggal di dunia ini)? Ya, pasti ada.

Apakah hal yang terpenting dalam kehidupan? Jika kita bertanya kepada seseorang yang kelaparan, jawabannya pasti makanan. Jika kita bertanya kepada seseorang yang sedang kedinginan, pasti jawabannya adalah kehangatan. Kalau kita ajukan pertanyaan yang sama kepada seorang jomblo (curhat nih….), pastilah pacar/pasangan adalah hal yang menjadi jawabannya.

Namun jika kebutuhan-kebutuhan dasar ini telah terpenuhi, masih adakah sesuatu yang dibutuhkan semua orang? Para filosof menganggapnya ada. Mereka yakin bahwa manusia tidak dapat hidup dengan makanan semata. Sudah pasti setiap orang membutuhkan makanan. Dan setiap orang membutuhkan cinta dan perhatian. Namun ada sesuatu yang lain (lepas dari semua itu) yang dibutuhkan setiap orang, yaitu mengetahui siapakah kita dan mengapa kita ada di sini.

Tertarik pada pernyataan mengapa kita berada di sini bukanlah ketertarikan “sambil lalu” seperti mengoleksi perangko. Orang-orang yang mengajukan pertanyaan semacam itu ikut serta dalam suatu perdebatan yang telah berlangsung selama manusia hidup di atas planet ini. Bagaimana alam raya, bumi, dan kehidupan muncul merupakan suatu pertanyaan yang lebih besar dan lebih penting daripada siapa yang memenangkan Liga Champion kemaren.

 

Cara terbaik untuk mendekati filsafat, adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan filosofis seperti:

(lebih…)

Published in: on Mei 26, 2008 at 6:59 am  Comments (7)  
Tags: , ,

« Soeharto? Jelas Bukan Pahlawan! »

Hallo semua!!! Judul di atas keliatan provakatif banget ya? He4….Sebenarnya tulisan saya kali ini diadaptasi dari komentar saya di sebuah forum beberapa bulan lalu, yang kebetulan lagi membahas topik tentang “Pemberian Gelar Pahlawan Kepada Almarhum Suharto”. Waktu itu bisa dibilang komentar-komentar saya terlihat sangat tidak berdasar karena kebetulan saya browsingnya pakai telepon genggam, jadi waktu saya mau jelaskan panjang lebar tentang argumen saya, rasanya males banget karena tangan saya sudah capek, apalagi telepon genggam saya pakai layar sentuh, pokoknya ngga enak banget lah ngetik pake stylus.
Nah, di signature saya yang ada di forum itu saya tuliskan alamat email saya yang ada di Yahoo!, berhubung selama ini saya lebih sering pakai emal saya yang ada di gmail, saya jadi lupa dan ngga pernah nge-cek email saya yang di Yahoo! (orang bego, jangan ditiru!). Trus, semalam pas mau ber-YM-ria, saya jadi inget kalau punya email di Yahoo!. Akhirnya pas saya cek, ternyata ada beberapa anggota forum yang meng-email saya seputar komentar saya waktu itu. Berhubung topiknya sudah basi kalau saya postingkan di forum, mending saya tulis di sini aja deh, lumayan buat menuh-menuhin….:-)

Jadi, setelah beberapa saat setelah meninggalnya Suharto. Pemerintah dan beberapa kader Golkar berencana memberikan gelar pahlawan pada Suharto. Bak gayung bersambut reaksi dari berbagai pihak pun bertebaran. Ada pro ada kontra..
(lebih…)

« 666 Bukan Angka Setan »

Hari ini saya sangat bingung sekali mau melakukan kegiatan apa, tidak ada ide untuk tempat tujuan beraktivitas, apalagi ‘kesehatan; dompet juga sedang tidak baik hehehe….

Saya coba untuk membuat tulisan untuk blog, tapi juga nggak ada ide. Akhirnya saya putuskan untuk mempostingkan jawaban atas email dari kawan saya yang kebetulan berada di luar negeri, menjawab pertanyaannya seputar angka 666 dalam Wahyu 13 yang sempat menjadi topik panas belakangan ini di beberapa tulisan di wordpress karena berhubungan dengan yang namanya AXIS. Dan sebenarnya pun saya juga tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena pengetahuan tentang teologi Katholik saya terbatas, namun saya mencoba untuk menguraikan apa yang ada di pikiran saya berdasarkan informasi yang saya kumpulkan dari berbagai sumber.

 

Beberapa minggu terakhir ini, sangat heboh tentang suatu produk komunikasi yang bernama AXIS. Banyak yang menganggap AXIS adalah produk setan. Penilaian tersebut bukannya asal tuduh. Mereka melihat komponen dari promo AXIS tersebut banyak yang mengandung angka 6, yang ditengarai sebagai angka setan/iblis atau antiKristus di mana angka tersebut telah tertulis dalam kitab Wahyu 13:18 pada Alkitab. Dan juga nama “AXIS” kalau dibalik didapatkan kata “SIXA” atau dibaca “siksa”. Dan banyak sekali hal-hal yang berhubungan dengan AXIS yang memang bisa dibilang menjatuhkan AXIS karena menggambarkan hal-hal yang berbau setan (mistis).

Saya tidak akan menguraikan panjang lebar tentang kontroversial AXIS, karena memang sudah banyak sekali artikel yang khusus mendiskusikan tentang AXIS. Tapi saya akan mencoba membicarakan sedikit saja tentang angka 666 dalam Wahyu Rasul Yohanes.

  (lebih…)

« Sudut Pandang Lain Bahasa Indonesia »

Anda tau Cinta Laura? Ato mungkin Cinca Lawra? Bagi yang ga tau, saya cuma mau bilang kacian deh lu! Hehehehe….

Yap, Cinta Laura adalah seorang artis sinetron blasteran yang lagi naik daun, salah satu yang membuat dia terkenal adalah aksen kebule-buleannya yang keliatan banget waktu diwawancarai di infotainment, bahkan sama salah satu provider jaringan seluler terkenal yang ada di Indonesia menyediakan jasa nada sambung telepon genggam dengan suara dan logat khas dari Cinta Laura.

 

Nah waktu saya lagi maen ke rumah cewe saya, kebetulan cewe saya belum mandi dan alhasil saya nunggu di ruang tamu sambil ditemenin ibunya, yang ampun dah…..crewet bin ga bisa diem banget!

Kebetulan tuh ruang tamu langsung terusan sama ruang keluarga, kayak tusuk sate gitu. Nah pas lagi ngobrol² ama calon mertua, tiba² di TV nongol iklannya Cinta Laura yang lagi nawarin nada sambung gitu. Trus camer tiba² komentar gini “Wah tante benci banget sama Cinta Laura, gaya ngomongnya kayak di buat² padahal waktu maen di sinetron ‘Cinderella’ dia ngomongnya fasih banget pake bahasa Indonesia”. Trus saya menimpali omongan camer (calon mertua) “Ya, mungkin waktu di sinetron khan dia harus ngapalin skrip tante jadi keliatan mafhum banget, klo logatnya sih mungkin kembali lagi kalau dia udah ngga syuting”. Trus camer bales lagi “Uhmm, paling cuma cari sensasi aja, kayak aris kebanyakan”. “Wah, kalo itu aku ga tau tante!” balasku.

Trus camer komentar macem², yah sebagai calon menantu yang baek, otomatis saya cuma mantuk² aja (apes…)! Tapi ada komentar camer yang bener² meresap dan mengganggu pikiran saya, yaitu tentang anak muda jaman sekarang yang doyan ngomong ato berkomunikasi pake bahasa Indonesia yang buruk alias tidak baek dan benar. Katanya kalo ngomong suka ditambah² pake bahasa Inggris, kadang juga terpengaruh sama bahasa MTV, ato malah kadang logatnya dibuat² kayak orang sunda pake elu dan gue biar keliatan gaul, padahal tuh orang ga ada hubungan ato pernah tinggal di daerah yang ber-sunda-ria, malah yang lebih ekstrim lagi kadang² biar keliatan keren mengumpat/misuh aja pake bahasa Inggris slang ato idiom²nya seperti f*ck, moth*r f*cker, f*ck off, f*ckin’ *sshole, bast*rd, d*ckhead, son of a b*tch, b*atch, holy sh*t, ada juga ungkapan seperti I just wanna get laid, don’t piss me off! (yang memang sering saya dengar kalo pas lagi cari gratis hotspot-an di café yang kebetulan banyak orang² yang berwajah Indonesia yang berpenampilan ala rapper dari negeri Paman Sam yang nongkrong di sana). Katanya camer lagi percuma dapet pelajaran bahasa Indonesia di sekolah, kalo dalam prakteknya bahasa Indonesia banyak dibumbui bahasa laen trus walhasil merusak bahasa asli Indonesia.

 

Yang jadi pikiran saya, apakah emang bahasa Indonesia adalah bahasa asli kita?

(lebih…)

« Ikat Kepala Putih Mahasiswa »

Beberapa bulan terakhir ini, terutama detik-detik menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk yang ketiga kalinya di era kepemimpinan Presiden SBY. Akrab sekali di mata dan telinga kita berita tentang demonstrasi yang merebak di mana-mana. Demonstran tersebut ada yang berasal dari ormas-ormas, kelompok-kelompok sosial, dan yang paling banyak terlihat eksistensinya adalah demonstran dari kelompok-kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Nusantara.

Mereka semua, dengan lantang menentang keputusan-keputusan pemerintah yang menyusahkan rakyat, terutama keputusan dalam kebijakan ekonomi pemerintah. Mereka dengan gigih membela nasib ‘wong cilik’ yang makin hari makin tercekik dengan kenaikan harga-harga kebutuhan hidup yang semakin melambung.

Tapi ada suatu keraguan yang sempat terekam di benak saya tentang beberapa demonstrasi yang dilancarkan oleh mahasiswa. Beberapa hari lalu, di salah satu stasiun TV swasta nasional, saya sempat melihat berita yang menampilkan video/rekaman hasil reportase wartawan terhadap para mahasiswa yang berdemo tentang kenaikan BBM. Yang membuat saya ragu adalah dari rekaman tersebut adalah para mahasiswa yang berdemo terlihat mengenakan ikat kepala berwarna putih yang bertuliskan “BEM” kependekan dari Badan Eksekutif Mahasiswa.

Selanjutnya….

Published in: on Mei 10, 2008 at 9:29 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

« Sekilas Ujian Nasional »

Hardiknas yang jatuh kemarin pada tanggal 2 Mei 2008 sungguh membuat saya miris. Bagaimana tidak, hari kelahiran tokoh besar Ki Hajar Dewantara diisi oleh puluhan demonstrasi yang mewarnai hampir seluruh pelosok negeri. Berita-berita dari segala media nasional seolah serempak memberitakan tentang aksi demo tersebut. Adapun beberapa tuntutan dalam demo tersebut yang sangat populer seperti tuntutan atas biaya pendidikan yang murah, kenaikan gaji guru, pengangkatan status guru honorer menjadi pegawai negeri sipil, serta masih ada beberapa tentang UU Badan Hukum Pendidikan.

 

Yup, memang kalau melihat berbagai aksi tersebut sebenarnya kebanyakan demonstrasi dipicu oleh beberapa regulasi/kebijakan pemerintah tentang pendidikan. Banyak pihak yang merasa bahwa pemerintah kurang peduli (tidak peduli?) tentang pendidikan di Indonesia. Tetapi, tentunya kita tidak boleh menghakimi pemerintah seperti itu. Pemerintah dalam kapasitasnya memang memiliki hak dalam menentukan kebijakan, terutama dalam hal pendidikan dan pemerintah juga diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat sejalan dengan fenomena dan dinamika yang terjadi di masyarakat. Sekarang, apakah keputusan pemerintah selama ini bersifat aspiratif dan nyaman di hati masyarakat?

(lebih…)

Published in: on Mei 4, 2008 at 3:43 pm  Comments (8)  
Tags: , , ,

« Sekapoer Sierieh »

Mungkin ini yang namanya menjilat ludah sendiri. Belum hilang dari ingatanku, beberapa bulan yang lalu aku sering sekali meng’under estimate’ & mendiskreditkan temen2ku yang hobi ngeblog (maaf kan aku!hue…). Entah mengapa kenapa aku bisa seperti itu -_-a
Lalu tiba2 secara mengenaskan, cewekku (sekarang udah mantan) yang selama ini kukenal pendiam, adem ayem seperti embun dipagi hari, ternyata seorang blogger….wadefak…?
Ya mau gimana lagi, sebagai seorang kekasih yang baik hati & tidak sombong (ngarep…). Mau ga mau aku harus bantuin cewekku cari inspirasi buat tulisannya kalo dia lagi blank.
Yup, mungkin kayak orang Jawa bilang ‘witing tresno jalaran saka kulina’. Karena sering liat cewekku (sekarang udah mantan) ngeblog, kemudian muncul lah benih2 cinta di hatiku (ihh gila bahasanya…) pada dunia blogging ini. Tapi cinta ini begitu membingungkanku, membuat kepalaku mual2, perut pusing, makan ga nyenyak tidur ga enak, dan akhirnya membuatku ingin ke toilet, tapi tertahan….di jantung (loh…?).
Finally, setelah melalui pemikiran yang panjang & sempat menjadi perdebatan sengit di kalangan DPR (walah…), maka lahirlah dhamastya.co.nr™ (plok…plok…plok…dengan diiringi alunan orkestra yang mendayu-dayu, hue…).

Uhmm mungkin sekian cuap-cuap atau lebih tepatnya racauan ga jelas dariku, semoga blog ini bisa menyalurkan bakatku yang suka ngutil permen.

VIVA BLOGGER & BATAGOR !!!!

Published in: on Mei 2, 2008 at 2:05 am  Tinggalkan sebuah Komentar